Jumat, 07 Oktober 2016

#SIP Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Nama   : Shelly
Kelas   : 4PA07

NPM   : 18513435

SIP (Sistem Informasi Psikologi)
Tidak dapat disangkal dunia dimana tempat tinggal kita sekarang ini semakin lama semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Seluruh aspek penunjang kehidupan secara sendirinya akan  ikut berkembang. Dari keseluruhan perkembangan yang terjadi pada setiap aspek kehidupan kita. Perkembangan yang paling terlihat “menonjol” yaitu yang terjadi pada bidang teknologi. Perkembangan atau kemajuan yang terjadi pada bidang teknologi inilah yang menjadi “pelatuk” bagi pesatnya perkambangan pada aspek penunjang kehidupan lainnya seperti dalam bidang ekonomi, budaya, sosial, agama, dll.
Perkembangan teknologi juga memberi pengaruh bagi berkembangnya sistem informasi yang secara langsung ataupun tidak, identik dengan teknologi itu sendiri. Waktu yang terasa berjalan begitu cepat karena perkembangan seluruh aspek penunjang kehidupan yang pesat, menuntut sistem informasi juga berkembang dengan cepat. Perkembangan pada sistem informasi membuatnya dapat diaplikasikan terhadap berbagai bidang seperti akademik, kesehatan, ekonomi, akuntansi, geografis, bahkan psikologi yang biasa dikenal dengan istilah “Sistem Informasi Psikologi” atau SIP. Ya, Sistem Informasi Psikologi, kali ini kita akan coba membahas secara singkat salah satu “cabang” dari sistem informasi ini yang nantinya mudah-mudahan dapat menanbah wawasan kitasemua.
Lalu, apa sebenarnya SIP (Sistem Informasi Psikologi) itu sendiri? Apa definisisnya? Sebelum kita mengetahui definisi dari SIP (Sistem Informasi Psikologi), tidak ada salahnya jika kita mencoba mendefinisiskannya perbagian secara singkat, mengingat SIP terdiri dari tiga kata yaitu “Sistem”, “Informasi”, dan “Psikologi”. Pertama kita mulai dari kata  pertama yaitu “Sistem”.
A.    SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisis sistem menurut para ahli:
a. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. C.W. Churchman.
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
c. J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
d. Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
e. Raymond McLeod
Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu
f. Gordon B. Davis
Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
g. Koentjaraningrat
Sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak; suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi.
Dapat ditarik kesimpulan  bahwa sistem merupakan komponen atau elemen-elemen atau bagian-bagian yang tersusun secara terstruktur, sistematis, dan saling mendukung satu dengan yang lain, mempunyai fungsi-fungsi yang saling berkaitan dan terhubung untuk mencapai suatu tujuan.
Ciri-ciri atau sifat-sifat system
  1. Terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi.
  2. Mempunyai lingkungan luar.
  3. Mempunyai interface (jalinan).
  4. Terdiri dari masukan, pengolahan dan keluaran 

Elemen-elemen sistem:
a. Tujuan: Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak.
b. Masukan: Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
c. Proses: Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai.
d. Keluaran: Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
e. Batas: Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
f. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik: Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
g. Lingkungan: Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.

Setelah mengenal tentang “Sistem”, kita akan melanjutkan ke kata yang ke dua yaitu “Informasi”.

B. INFORMASI
Beberapa ahli juga mendefinisikan istilah informasi sebagai berikut:
a. Jogiyanto HM
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Joner Hasugian
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media.
c. Kenneth C. Laudon
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia
d. Anton M. Moeliono
Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.
e. Gordon B. Davis
Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
Dari seluruh definisi informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah kumpulan data yang telah diolahsedemikain rupa menjadi bentuk yang lebih berguna dan dapat dipahami bagi penerimanya sehingga dapat menambah atau meningkatkan pengetahuan.

Unsur-unsur Informasi
a.   Relevan artinya Informasi yang diinginkan benar-benar ada relevansi dengan masalah yang dihadapi.
b.      Kejelasan artinya terbebas dari istilah-istilah yang membingungkan.
c.       Akurasi artinya bahwa informasi yang hendak disajikan harus secara teliti dan lengkap.
d.      Tepat waktu artinya data yang disajikan adalah data terbaru dan mutahir.

Fungsi Informasi : 
- Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna.
- Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan.
- Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi. 


Sampailah kita pada bagian atau kata terakhir dari SIP (Sistem Informasi Psikologi) yaitu “Psikologi”, berikiut penjelasan singkatnya.
C. PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa.
Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
a. Allport
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung
b. Richard Mayer
Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
c. Wilhem Wundt & E.B Titchener
Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak.
Dari seluruh definisi psikologi di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung yang berguna sebagai suatu usaha untuk memahami proses mental.

Baiklah, sebelum kita melanjutkan ke definisi SIP, mari kita definisikan terlebih dahulu istilah “Sistem Infomasi” yang juga menjadi bagian dari SIP, berikut definisinya.
D. SISTEM INFORMASI
1. John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
2. Rommey
Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

E. SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP)
Dari keseluruhan uraian mengenai sistem, Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita coba tarik kesimpulan bahwa definisi “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).


SUMBER:
Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi Umum (edisi revisi 2009). Jakarta: Rineka Cipt
Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi Umum. Depok: Universitas Gunadarma
Jogiyanto. 2001. Analisis & Desain Sistem Informasi : pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Andi, Yogyakarta.
Gaol, C. H. R. J. (2008). Sistem Infomasi Manajemen. Jakarta: PT. Grasindo
Hutahean, J. (2015). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Nama   : Shelly
Kelas   : 4PA07
NPM   : 18513435

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
A.    Pengertian Arsitektur Komputer
Menurut Syafrizal (2005)Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Sedangkan menurut Alfatta (2007), Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu progaram. Jadi arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputeryang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.

B.     Komponen Arsitektur Komputer
1.    MOTHERBOARD
Komponen komputer tempat kita menancapkan atau memasangkan komponen-komponen komputer lainnya seperti processor, video card, sound card, hard disk, dan lain sebagainya. Motherboard berfungsi untuk menghubungkan setiap komponen-komponen komputer tersebut agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Setiap motherboard memiliki spesifikasi-nya masing-masing, spesifikasi seperti processor apa yang didukungnya dan berapa kapasitas maksimal RAM yang didukung oleh motherboard tersebut.
2.    PROCESSOR
Jika sebuah komputer diibaratkan sebagai seorang manusia, maka processor adalah otak manusia tersebut. Processor atau CPU (Central Processing Unit) adalah sebuah komponen komputer yang bertugas untuk mengeksekusi instruksi atau melakukan perhitungan-perhitungan. Sebelum membeli sebuah processor kalian harus mencari tahu terlebih dahulu socket processor apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah socket AM2, socket LGA, atau lain sebagainya.
3.    RAM
Singkatan dari Random Access Memory, yaitu sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari suatu program yang sedang kita  jalankan dan data-data tersebut bisa diakses secara acak atau random. Sebelum membeli sebuah RAM kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot RAM apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah SDRAM, DDR, DDR2, DDR3 atau lain sebagainya.
4.    HARDWARE
Perangkat keras dalam sistem komputer yang merupakan komponen yang secara fisik dapat dilihat dan diraba yang membentuk suatu kesatuan sehingga dapat difungsikan. Contonya: keyboard, mouse, cpu, monitor, printer.
5.    SOFTWARE
Perangkat lunak adalah suatu program yang berisi instruksi-instruksi (perintah) yang dimengerti oleh komputer. Perangkat komputer yang terdiri dari jutaan komponen elektronik tidak dapat melakukan kegiatan apapun tanpa adanya software.
Contohnya: sistem operasi, aplikasi.
6.    BRAINWARE
Pemakai komputer atau orang yang mengoperasikan computer karena secanggih apapun komputer jika tidak ada orang yang mengopersikannya maka komputer tersebut tidak dapat digunakan. Contohnya: sistem analisa,operator, dan  programmer.

C.    Struktur Kognisi Manusia
Menurut Ahmad (2004) Struktur adalah gabungan beberapa anggota yang disambungkan antara satu sama lain untuk menanggung beban yang akan digunakan keatasnya, seterusnya memindahkan beban tersebut ke tanah. Lalu, definisi kognisi menurut Dewanto, dkk (2007) adalah suatu kegiatan fikiran, saat seseorang sadar akan objek suatu pemikiran atau persepsi.
Kognisi merupakan suatu proses dimana orang belajar sesuatu dari dunia nyata yaitu bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Istilah kognisi (dalam bahasa latin mengacu pada cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali”) mempunyai hubungan dengan hal memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan preferensi berubah.
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari
proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagi kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi,  neorosains, serta kecerdasan buatan.
Kognisi manusia adalah unsur yang saling berhubungan antara satu sama lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian-bagian tubuh yang menjadikan suatu sistem yang kompleks.
Menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia.
Dapat disimpulkan bahwa kognitif manusia adalah kemampuan berfikir manusia terhadap satu objek untuk mengetahui tentang cara kerja otak manusia yang berhubungan dengan informasi dan model proses dengan kerja otak dan kesadaran manusia.

D.    Hubungan antara Arsitektur dan Kognisi
Pada dasarnya komputer dan manusia saling berkaitan karena manusia membutuhkan program-program yang ada dalam program komputer yang dibutuhkan sebagai cara mempermudah pekerjaan menggunakan program yang sesuai dengan apa yang ingin di kerjakan si pengguna. Komputer adalah satu alat yang dirakit oleh manusia dan berguna juga bagi manusia yang menggunakannya. Selain untuk mempermudah manusia untuk menyelesaikan tugas oleh bantuan software atau program yang ada, komputer juga berguna untuk menyimpan file/data yang penting.            Karena kapasitas memori daya ingat manusia terbatas yang dikarenakan banyak menyimpan data dalam otaknya. Komputer berguna untuk menjadikan media penyimpanan, ketika si manusia lupa dengan apa yang ingin dilakukan dengan tugasnya maka manusia bisa melihat di file yang telah tersimpan pada file dalam komputer yang sudah dibuat. Bisa saja disebut komputer adalah alat multifungsi yang di buat dengan perancangan sistem yang sudah terstruktur bagian-bagiannya.
Manusia juga dalam mempermudah pekerjaannya, melakukan berbagai upaya pengembangan teknologi untuk berbagai bidang aktivitas dan kebutuhannya. Dewasa ini teknologi yang mampu mempermudah pekerjaan manusia baik dalam bentuk pekerjaan yang mengandalkan kontribusi langsung dengan kemampuan berpikir (mengolah data dll), juga pekerjaan yang berhubungan dengan tenaga (pemograman mesin produksi) adalah komputer. Komputer dapat menyimpan dan memproses data sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yaitu manusia. Perbedaannya adalah pengetahuan yang ada dalam otak manusia merupakan hasil dari proses perkembangan kognitif manusia tersebut. Pengetahuan bagi manusia dapat digantikan dengan nama program bila pada komputer, dan program pada komputer adalah hasil ciptaan manusia.
Dalam hal ini keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer sangatlah erat kaitannya karena komputer dan kognisi manusia mempunyai suatu kesamaan dalam hal memproses informasi, seperti menerima (receives), menyimpan (storage), menarik (retrieves), mentranformasi (transforms), dan mentransmisi informasi (transmits).Komputer dapat menyimpan dan memproses data sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yaitu manusia. Manusia yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi.

E.     Kelebihan dan Kekurangan
Selain terdapat kaitan antara arsitektur komputer dengan stuktur kognisi manusia, arsitektur komputer juga mempunyai kelebihan dan kelemahan dibandingkan dengan stuktur kognisi pada manusia. Solso (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia
Kelebihan:
a.    Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
b.    Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
c.    Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
a.    Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
b.    Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
c.    Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
d.   Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
e.    Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain

Sumber:
Alfatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Solso, R. L., Maclin, O.H., & Maclin, M. K. (2007).Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan.Jakarta:Erlangga.
Syafrizal, M. (2005). Pengantar jaringan komputer. Yogyakarta: Andi Offset.
Ahmad, Yusor. 2004. Teori Struktur. Malaysia : UTM.
Dewanto, Dr.George. Dkk. 2007. Panduan Praktis Diagnosis dan Tata Laksana
Penyakit saraf. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
http://www.academia.edu/6504965www.academia.edu/6504965/Pengertian_dan_Tujuan_ARSITEKTUR_KOMPUTER

#SIP Etika Menulis Artikel Online

Nama   : Shelly
Kelas   : 4PA07

NPM   : 18513435

Etika Menulis Artikel Online
Saat ini, banyak penulis artikel atau berita-berita di media massa terutama media cetak maupun harus mempunyai etika dan kode etik yang ada. Pengetahuan dan otoritas si penulis pun menjadi aspek penilaian penting atas kualitas suatu tulisan. Penulis harus memiliki dasar pengetahuan yang kuat tentang apa yang ditulisnya. Hal lain yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis di media massa adalah keaktualan tema. Membahas masalah-masalah yang sedang ramai dibicarakan, tentu akan memperbesar peluang sebuah tulisan untuk dimuat di media massa. Bahasa populer merupakan bahasa yang wajib dipakai ketika menulis di media massa. Dasarnya jelas, agar informasi pada tulisan bisa mudah dimengerti oleh masyarakat, tidak membingungkan. Selain itu, akan lebih baik jika ditulis sesuai gaya bahasa yang dipakai media massa tersebut.
Sebelum menulis, hendaknya rajin-rajinlah mengobservasi gaya bahasa penulisan media yang akan dikirimi tulisan. Pembahasan pada sebuah tulisan harus fokus dan tidak melebar kemana-mana. Dan jangan sampai isi tulisan menyinggung pihak-pihak lain atau bahkan menuding tanpa disertai bukti. Menulis di media massa ada etikanya sendiri. Sudah sepatutnya para penulis atau calon penulis memerhatikan etika-etika tersebut. Dengan demikian, visi menjadi seorang intelektual publik bisa tercapai.
Untuk menjaga agar semua informasi yang diterbitkan atau disebarkan kepada masyarakat umum itu tetap sesuai dengan kaidah moral dan etika profesi maka dibuatlah peraturan untuk menjadi landasan atau pedoman seseorang dalam menjalankan kemerdekaan pers-nya namun tetap bisa menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme yang disebut dengan Kode Etik Jurnalistik.

Kode Etik Jurnalistik biasanya dijadikan sebagai perlindungan sekaligus batasan untuk profesi wartawan dan Jurnalis. Namun kode etik tersebut seharusnya bisa dijadikan pula acuan untuk setiap orang yang menulis untuk umum seperti Blogger. Walaupun mereka tidak terikat oleh pekerjaan, setiap tulisan atau ekspresi berupa pendapat yang dituangkan dalam blog sudah pasti menjadi santapan publik. Sehingga menjadi kewajiban bagi setiap blogger untuk bisa menuliskan perspektif mereka dengan lebih bertanggung jawab terhadap kepentingan umum. bukan pribadi semata.
Terdapat 3 hal penting yang harus diperhatikan tentang etika dan kode etik dalam penulisan pada sebuah media adalah sebagai berikut:
1. Gunakan bahasa yang sopan, baik dan benar
Gunakanlah bahasa yang sopan pada saat menulis sebuah artikel atau berita di sebuah media online. Karena internet tersambung dengan akses yang mencakup seluruh dunia. Dimana artikel atau berita yang kita muat pada internet dapat dibaca oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita tidak menggunakan bahasa yang sopan maka cara pandang seseorang terhadap kita akan berdampak buruk pada pribadi serta lingkungan kita sendiri.
Janganlah menyingkat sebuah kata dalam pengetikan suatu artikel. Seperti kata “yang” disingkat menjadi “yg”, “kepada” menjadi “kpd dan lain sebagainya. Hal itu hanya membuat pusing seseorang yang membaca artikel kita.
2. Gunakan huruf kapital (capslock) seperlunya
Gunakanlah huruf kapital pada penulisan seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf kapital secara dominan, kata yang tertulis dapat berarti lain bagi seseorang yang membacanya. Sebaiknya tulislah berita atau artikel dengan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Karena pembaca sangat tertarik terhadap suatu artikel atau berita yang ditulis secara komunikatif. Bahasa yang baik dan benar pun memudahkan pembaca mengerti maksud dan inti dari sebuah berita yang disampaikan oleh kita sebagai penulis.
3. Menggunakan EYD yang sesuai
Selain menggunakan bahasa yang sopan, penulisan dalam media pun harus menggunakan EYD yang sesuai. Dikarenakan penulisan yang menggunakan EYD secara yang sesuai pun dapat memudahkan pembaca untuk mengerti inti dari sebuah tulisan yang kita tulis. Dan juga dapat memberikan kesan yang positif terhadap pribadi si penulis. Tak jarang sebuah tulisan di media online digunakan untuk referensi tulisan bagi seseorang. Jadi jika sebuah artikel yang di tulis tidak memperhatikan EYD dengan baik sebagus apapun isi dari artikel tersebut orang lain tidak akan menjadikannya sebagai referensi.

Berikut ini kode etik jurnalistik dituangkan beberapa peraturan yang mendasar sebagai berikut bahwa Wartawan Indonesia :
-          Bersikap independen untuk menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk,
  1.  Menempuh cara-cara yang profesional, Menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. 
  2. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  3. Tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
  4. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
  5. Memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
  6. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
  7. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
  8. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  9. Melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

  Mengapa menulis memerlukan etika?
Tulisan merupakan media untuk mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain.      Kesalahpahaman mengakibatkan pesan yang hendak disampaikan melalui tulisan tidak mengena.

Kesalahpahaman sering terjadi:
-          penempatan tanda baca yang tidak sesuai
-          pilihan kosa kata yang tidak pas
-          kalimat yang tidak efektif
-           paragraf yang tidak koheren
-          tulisan tidak mudah dicerna

Tulisan yang harus diperhatikan:
  1. Penggunaan titik, koma, dan tanda-tanda baca lainnya.
  2. Rangkaian kalimat yang baik dan teratur, enak dibaca, mudah dipahami oleh pembaca.
  3. Teknik-Teknik Penulisan: Kata pembuka dan penutup sesuai proporsi. Mengikuti aturan main penulisan sebagai tulisan ilmiah. Bagian isi (diskusi) lebih dominan dalam tulisan.

  • Obyektif : Berdasarkan kondisi faktual.
  • Up to date: Tulisan merupakan perkembangan ilmu mutakhir.
  • Rasional : berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal balik.
  • Reserved : tidak overclaiming, jujur, lugas, dan tidak bermotif pribadi.
  • Efektif dan Efisien : Tulisan merupakan media komunikasi yang berdaya tarik tinggi.


 Kode etik penulis:
-           Menjunjung tinggi hak, pendapat atau temuan orang lain.
-           Menyadari sepenuhnya untuk tidakmelakukan pelanggaran ilmiah.

  Pelanggaran tersebut diantaranya:
  1. Fabrikasi data: ‘mempabrik’ data atau membuatbuat data yang sebenarnya tidak ada atau lebih umumnya membuat data fiktif.
  2. Falsifikasi data: bisa berarti mengubah data sesuai dengan keinginan, terutama agar sesuai dengan simpulan yang ‘ingin’ diambil dari sebuah penelitian.
  3. Plagiarisme: mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa memberikan acknowledgment (dalam bentuk sitasi) yang secukupnya.



Sumber:
Rifai, Mien A. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press; cet. 4. 2004.
Sumadira, Haris .2008. Jurnalistik Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.
Suryono, Isnani A.S. “Plagiarisme dalam Penulisan Makalah Ilmiah”. Naskah tidak diterbitkan.
TEKNIK DAN ETIKA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Isa Setiasyah Toha, 2001 Laboratorium Sistem Produksi Jurusan Teknik Industri – ITB
Wibowo, Wahyu. 2009. Menuju Jurnalisme Beretika. Jakarta: Kompas Media Nusntara.
WS., Titik. 2003. Kode Etik/ Tanggung Jawab Penulis. Yogyakarta: Pink Books, PUSBUK, dan Taman Melati.

Minggu, 27 Maret 2016

Psikologi Eksperimen




Topik                     : Suhu Tinggi
Masalah                 : Apakah suhu tinggi dapat menyebabkan prilaku agresif?”

Hipotesis
Hipotesis Ilmiah
Hipotesis Umum         : Tempat dengan suhu tinggi dapat menyebabkan prilaku agresif.
Hipotesis Eksplisit     : Subjek yang berada di tempat dengan suhu udara tinggi akan memiliki tingkat agresif yang lebih tinggi daripada subjek yang tidak berada di tempat suhu udara tinggi.

Hipotesis Statistik
Ha                              : Subjek yang berada di tempat dengan suhu udara tinggi akan memiliki tingkat agresif yang lebih tinggi daripada subjek yang tidak berada di tempat dengan suhu udara tinggi
Ho                              : Subjek yang berada di tempat dengan suhu udara tinggi akan memiliki tingkat agresif yang tidak berbeda dengan subjek yang tidak berada di tempat dengan suhu udara tinggi


Variabel
 Variable Bebas           : Suhu Ruang Tinggi
-          Variasi             : Ada-Tidak ada, yaitu mencangkup 2 kelompok. Kelompok 1 ditempatkan
pada ruangan yang memiliki AC bersuhu rendah dengan disediakan laptop yang sudah tersedia games dan kelompok 2 ditempatkan pada ruangan dengan yang tidak memiliki AC bersuhu tinggi dan tersedia laptop dan games.
-          Manipulasi       : Manipulasi kejadian, dengan cara kedua
kelompok diberi instruksi untuk bermain sepak bola selama 15 menit, kemudian kedua kelompok tersebut ditempatkan pada ruangan yang memiliki AC dan tidak memiliki AC.

 Variable Terikat          : Perilaku Agresif
-Jenis Pengukuran      : dengan melihat perilaku yang tampak, menunjukkan karakteristik agresi atau   tidak
-Cara Pengukuran     : Jawaban Pasti, yaitu melalui skala Guttman akan diperoleh jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”. Pernyataan dalam instrumen berupa pernyataan positif dan penyataan negatif. Untuk setiap pernyataan positif diberi skor 1 untuk yang menjawab “ya” dan 0 untuk yang menjawab “tidak”. Sedangkan setiap penyataan negatif diberi skor 0 untuk yang menjawab “ya” dan skor 1 untuk yang menjawab “tidak”.

-Variabel Sekunder     : -  Jenis Kelamin.dengan seluruh dari kelompok adalah laki-laki.
-Tingkat Pendidikan (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu memilih subjek dengan tingkat pendidikan yang sama).
-Status sosial ekonomi (dikontrol dengan teknik randomisasi, yaitu secara      acak memasukkan subjek ke dalam KE dan KK).
-Usia (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu memilih subjek dengan usia yang sama).
-Teknik bermain bola (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu memakai  teknik pelatihan bermain bola yang sama bagi semua subjek).
-Waktu bermain bola (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu lamanya waktu bermain bola sama bagi semua subjek selama 15 menit)

Tipe dan Desain Penelitian
·         Tipe Penelitian             : Controlled Laboratory Experiment
·         Desain Penelitian        : Desain 2 kelompok (desain antar-kelompok)

Perencanaan Penelitian
- Subjek                   : Mahasiswa semester 5 yang berjenis kelamin Laki-laki. Jumlah subjek       yang dibutuhkan adalah 20 orang dengan jumlah laki-laki dan perempuan masing-masing 10 orang.
-Peralatan              : Skala agresi guttman, ruang berAC, laptop yang sudah berisi games,lapangan bola, bola.
-Prosedur                 : -20 subjek di peroleh dari hasil pengundian dari seluruh mahasiswa semester 5 dengan jumlah laki-laki 20 orang.
-Kedua kelompok subjek tersebut kemudian diminta untuk bermain bola selama 15 menit.
- Setelah itu, kedua kelompok subjek ditempatkan pada ruangan yang sudah disiapkan. Pada kelompok eksperimen, ruangan yang disiapkan tidak memiliki pendingin ruangan dan di dalam ruangannya terdapat laptop yang sudah bersi games.
- Pada kelompok control ruangan yang disiapkan memiliki pendingin ruangan dengan suhu rendah dan laptop yang sudah berisi games.
-  Setelah 10 menit, subjek pada kedua kelompok diminta untuk mengisi kuesioner skala agresi Guttman.